forgiveness.

Di awal tahun ini, gw sudah dapat merasakan perubahan-perubahan baru dalam hidup gw. Banyak banget pembelajaran yang udh gw dapatkan di bulan Januari ini. Pembelajaran yang baik tentunya.
Saat ini gw mengambil salah satu topik yang sangat umum, ‘forgiveness’ atau ‘memaafkan’.
Kita semua tau, yang namanya memaafkan itu susah-susah gampang. Seringkali kita memaafkan tetapi hanya di mulut saja, tidak di hati. Malah kadang-kadang, bilang udah memaafkan, tetapi besok-besoknya dibahas lagi masalahnya. Sampai titik apa sih memaafkan diartikan sebagai memaafkan?

Beberapa waktu yang lalu, gw sempet berantem sama salah seorang sahabat terbaik gw, Nadia. Masalahnya cukup besar menurut gw. Tetapi, entah kenapa, gw yakin masalah itu bakal segera selesai, dan kita akan saling memaafkan. Dan memang, pada akhirnya kita saling memaafkan. Sesimpel itu coba, dari yang perang dingin sampai akhirnya kita bisa curhat-curhatan, ketawa-ketawa, sampe gossipan lagi. Seketika semua masalah yang sebelumnya kita permasalahkan hilang. Yes, it’s a forgiveness effects.
Kasus berbeda bila masalah terjadi antara gw dan Deden. Walaupun gw yakin masalah bakal selesai, dan kita akan saling memaafkan, dan memang akhirnya bermaaf-maafan, tetapi butuh waktu sampai maaf itu benar-benar terasa maaf.

love you Nad! hehe

love you Nad! hehe


Gw sempat membahas ini sama Nadia. Kenapa pas kita berantem, kita tenang-tenang aja, kita benar-benar yakin kalo kita bakal kembali seperti sebelum ada masalah. Sedangkan, klo berantem sama pacar tuh bawaannya ga tenang?
Akhirnya, kita berdua (gw dan Nadia) setuju kalau masalahnya ada di perasaan takut. Takut akan kehilangan seseorang yang kita sayangi. Menurut kita, sahabat tuh tidak akan meninggalkan sahabatnya, sedangkan pacar? yah, ada jaminan apa dia ga akan meninggalkan kita? hehehe
Dari sini, gw mendapat kesimpulan bahwa, maaf yang kita berikan kepada sahabat itu lebih tulus. (no offense yah buat pacar, hehe) mungkin karena ga ada harapan tertentu dibalik pemberian maaf tersebut. Karena gw yakin, seorang sahabat akan selalu memaafkan dan menerima sahabatnya. Sedangkan maaf ke pacar, bukannya ga tulus, tapi maaf yang kita berikan ke pacar tuh sedikit menyelipkan harapan dibaliknya. Contoh kecil, kita memaafkan pacar kita dengan harapan dia tidak akan mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, atau kita mengharapkan maaf dari pacar supaya kita ga ditinggalkan (baca: diputusin) dia. Bener ga? Hehe

Hal ini yang sedang gw usahakan dalam relationship gw. Memaafkan dengan tulus, tanpa harapan apa-apa, tanpa embel-embel sesuatu. Dan sekalinya kata ‘maaf’ keluar dari mulut gw akan satu masalah tertentu, itu berarti gw menghapus masalah tersebut dan membuangnya dari recycle bin hard disk gw. Itu berarti ga ada lagi mengungkit masalah yang udah selesai di hari-hari kedepan. Tidak menghubung-hubungkan masalah dulu dan masalah sekarang.

this post dedicated to Deden and Agus. ;)

this post dedicated to Deden and Agus. ;)


Oh ya, dan pendapat bahwa “there’s always a reason behind everythings, be the first to say sorry will be great” itu sangat benar menurut gw. Ga ada salahnya kok minta maaf duluan, walaupun kita gatau salah kita apa. Tapi yakini lah, bahwa kita adalah salah satu faktor di balik masalah tersebut. Salah ga salah, tetep aja kalo ga ada faktor kita nya, seseorang yang ngambek sama kita ga akan ngambek. Hehe. Yaaa, mungkin aja kita berbuat salah tapi ga sadar. Iyaa kann? =)

So, jangan ragu buat meminta maaf dan memberi maaf. Karena memaafkan itu awal dari semua kebahagiaan.

Advertisements
Comments
4 Responses to “forgiveness.”
  1. micha says:

    gw setuju banget!! apalagi bagian “Kenapa pas kita berantem, kita tenang-tenang aja, kita benar-benar yakin kalo kita bakal kembali seperti sebelum ada masalah. Sedangkan, klo berantem sama pacar tuh bawaannya ga tenang?
    Akhirnya, kita berdua (gw dan Nadia) setuju kalau masalahnya ada di perasaan takut. Takut akan kehilangan seseorang yang kita sayangi. Menurut kita, sahabat tuh tidak akan meninggalkan sahabatnya, sedangkan pacar? yah, ada jaminan apa dia ga akan meninggalkan kita? hehehe
    Dari sini, gw mendapat kesimpulan bahwa, maaf yang kita berikan kepada sahabat itu lebih tulus. (no offense yah buat pacar, hehe) mungkin karena ga ada harapan tertentu dibalik pemberian maaf tersebut. Karena gw yakin, seorang sahabat akan selalu memaafkan dan menerima sahabatnya. Sedangkan maaf ke pacar, bukannya ga tulus, tapi maaf yang kita berikan ke pacar tuh sedikit menyelipkan harapan dibaliknya. Contoh kecil, kita memaafkan pacar kita dengan harapan dia tidak akan mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, atau kita mengharapkan maaf dari pacar supaya kita ga ditinggalkan (baca: diputusin) dia. Bener ga? Hehe”

    BENER BANGET DEBBYA! gw jg akan belajar lebih tulus kalo minta maaf atau maafin pacar gw (nantinya, klo gw punya pacar lg hehe), smoga gw ga terlalu menyelipkan harapan apa2 di balik itu, walau kadang2 harapan itu otomatis keluar. there’s something behind everything, love you!!

  2. debbya says:

    yeah. itu dia mich. gw jg msh belajar memaafkan seseorang (baca: deden) tanpa menyelipkan harapan di baliknya. tapi yang pasti, skrng gw lbh fokus k diri sendiri. gw harus berpikir bahwa klo gw salah, gw hrs berubah, walaupun dia sbenernya ga mengharapkan gw untuk berubah. gw harus membenahi diri gw tanpa berharap dia akan membenahi dirinya dia jg. karena gw percaya, dia pasti selalu berusaha memberikan yang terbaik buat gw. :)
    xoxox.

  3. mlnd says:

    ahh gue kayaknya akan sering2 membaca postingan lo deh, sangat wise skali. lain kali gue boleh yaa curhat? ; P hauhuheuh. gw jg baru disadarkan oleh seseorang soal yg tulus2 itu deb, just a few weeks ago, this year. baca deh di blog gue ada kok. susah bgt sih yaa tp utk tulus, tp gw yakin kalo kita ngejalanin semua dengan tulus pasti smua akan berjalan dengan lancar. krn biasanya kl kt mengharapkan sesuatu dibalik sesuatu yg kita lakuin ke org itu, malah keseringan kt g akan mendapatkan apa yg kt harapkan, malah kt kecewa by the end of the day. males bngt kan.

    gooooo tulusss!! :D gd luck ya deb buat hubungan lo dngn deden, hehe kl nikah awas ngga ngundang (loh, ngancem?) :p

  4. any says:

    gw stuju dan gw ngerti banget kalian b2..hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: